Selasa, 02 Maret 2010

Petani bawang merah tuntut PERDA


Dengan adanya perdagangan bebas dunia ,berimbas juga pada perdagangan bawang merah di Brebes, dimana bawang merah lokal tersaingi dengan hadirnya bawang merah impor, yang berumbi lebih beras, harga lebih murah.terjadilah fluktuasi harga yang drastis, setiap kali bawang merah impor masuk harga bawang lokal turun.
Mestinya dalam kondisi yang demikian ,pemerintah sudah saatnya mendengarkan dan merealisasikan adanya PERDA yang mengatur tentang Tata Kelola Bawang Merah yaitu suatu usaha yang tujuannya untuk melindungi petani bawang merah di tengah gempuran bawang impor, diharapkan PERDAitu bisa memaksimalkan pengawasan pendistribusian bawang impor dan bawang lokal yang lebih terorganisir.
Permohonan untuk dikeluarkannya PERDA itu sudah lama disuarakan oleh para petani bawang merah di Brebes , tapi sejauh ini belum ada realisasinya.
Padahal semua tahu tentang keluh kesah yang dirasakan para petani bawang merah mulai dari irigasi yang kurang baik, mahal, adanya perdagangan bebas bawang merah yang memicu adanya persaingan yang tajam antara bawang impor dan bawang lokal.
Dikhawatirkan bawang merah lokal semakin terpuruk ,padahal bawangbmerah adalah komoditi unggulan daerah Brebes.
Nah kalau sudah begitu bagaimana nasib para petani bawang merah lokal.........
bagaimana dengan daerah brebes sendiri, apa yang akan dibanggakan...............
Padahal Brebes kan daerah agraris kalau bukan dari hasil pertanian yang ditonjolkan, mau menonjolkan hasil dari mana.............................................?!!
Tanah Brebes sangat cocok sekali untuk budidaya tanaman bawang merah, jadi sudah seharusnya para petani dan dukungan pemerintah untuk berusaha semaksimal mungkin dalam hal produksi bawang merah daerah sendiri, agar tidak tergeser oleh bawang merah impor kualitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar